Panduan

RIR, beban, dan warm-up

Apa itu RIR

Reps In Reserve

Sisa rep di tangki waktu kamu berhenti. Jadi 4 × 5–8 @ 2 RIR artinya berhenti di rep ke-8 dalam kondisi masih bisa 2 rep lagi kalau dipaksa.

0 RIR

Failure

Rep berikutnya tidak akan naik walau dipaksa. Dipakai di mesin, kabel, dan isolasi.

1 RIR

Sisa 1 rep

Masih sanggup satu rep lagi, tapi kamu stop. Dipakai di dumbel dan gerakan satu kaki.

2 RIR

Sisa 2 rep

Masih sanggup dua rep lagi. Dipakai di barbell compound berat seperti squat dan bench.

Cara ngerasainnya

Patokannya kecepatan bar, bukan rasa capek. Kalau rep terakhir masih naik cepat dan mulus, RIR kamu masih 3–4. Rep di 1–2 RIR jelas melambat walau kamu dorong sekuat tenaga.

Pemula hampir selalu berhenti kecepatan. Banyak yang merasa sudah failure padahal masih sisa 4–5 rep. Sesekali bawa satu set isolasi seperti lateral raise atau leg extension benar-benar sampai mentok, biar kamu punya kalibrasi rasanya.

Nentuin beban

1 rep ≈ 2,4–2,9% beban

Sesi pertama itu murni kalibrasi. Ambil beban yang kamu yakin ringan, kerjakan, catat apa adanya, lalu koreksi memakai selisih rep.

Target 8, dapat 13+15%
Target 8, dapat 10+6%
Target 8, dapat 8Tahan beban
Target 8, cuma 5−9%

Angkanya dari mana

Meta-regresi Nuzzo dkk. 2024 atas 269 studi dan 7.289 orang: bench press dapat 9 rep di 80% dan 14 rep di 70%, artinya satu rep setara ±2,9% beban. Leg press dapat 13 rep di 80% dan 19 rep di 70%, jadi satu rep cuma ±2,4%. Kurva bawah badan memang lebih landai, dan app sudah memakai angka yang berbeda untuk keduanya.

Contoh

Bench Press target 5–8 @ 2 RIR. Kamu coba 50 kg, dapat 12 rep dan masih terasa sisa 2. Kelebihan 4 rep dari batas atas → 4 × 2,9% = 11,6% → sesi depan 55 kg.

Rep sampai failure per %1RM

Nuzzo dkk. 2024
%1RMUmumBenchLeg press
60%202228
70%151419
80%10913
90%546

Perhatikan bedanya: di beban relatif yang sama, leg press memberi rep jauh lebih banyak dari bench. Makanya jangan pakai satu tabel untuk semua gerakan. Variasi antar orang juga besar, jadi tabel ini titik awal, bukan vonis. Yang menentukan tetap hasil set kamu sendiri.

Warm-up

beda tiap jenis gerakan

Compound barbel

Bench, squat, row, military press, RDL

Bar kosong × 840% × 560% × 380% × 2Set kerja

Sendi, pola gerak, dan sistem saraf semuanya perlu disiapkan.

Compound mesin & kabel

Leg press, hack squat, machine press, pulldown, cable row, dip machine

50% × 875% × 3Set kerja

Jalur gerak sudah dikunci mesin, dua set naik bertahap cukup.

Isolasi

Curl, lateral raise, pushdown, leg extension, leg curl, calf raise, fly

50% × 10Set kerja

Otot kecil, satu set ringan cuma buat memompa darah ke area itu.

Berat badan

Pull-up, hanging leg raise

Set ringan × 5Set kerja

Tidak ada beban buat di-ramp, cukup beberapa rep terkontrol.

Persen dihitung dari beban kerja hari itu, bukan dari 1RM. App sudah menghitungkan kilonya dan membulatkan ke piringan yang kamu punya.

Otot yang sudah panas tidak diulang. Gerakan kedua untuk otot yang sama di sesi itu otomatis dipangkas jadi 1–2 set saja, dan isolasi langsung dilewat.

Jangan berlebihan. Studi menemukan warm-up di 80% beban kerja mengungguli 40% pada latihan bawah badan, tapi terlalu banyak rep di 80–90% bikin set kerja pertama sudah lelah duluan. Istirahat antar set warm-up cukup 30–60 detik.

Set warm-up jangan dihitung. Ketuk angka set di layar latihan sampai berubah jadi W, biar tidak masuk volume dan PR.

Selanjutnya otomatis

setelah sesi pertama

Kolom Lalu menampilkan hasil sesi sebelumnya sebagai target yang harus dikalahkan.

Kotak saran di atas tabel menghitung double progression sendiri: tahan beban sampai semua set tembus batas atas rentang rep, baru naik.

Deload tiap 6–8 minggu, atau kalau performa turun 2 sesi beruntun: potong beban 40% selama seminggu.